SELERA ASAL – JELAJAH KULINER KHAS KODINGARENG LOMPO, DESA LAKKANG, MAKASAR
April 19, 2016
IMG-20151127-WA0006
Dialog Gastronomi Nasional
April 20, 2016
at-the-table

Jakarta, CNN Indonesia — Kuliner dan kebiasaan makan di Gorontalo mengisi 14 halaman buku At The Table: Food and Family Around The World bersama 38 negara di dunia.

Buku yang berisi kebiasaan makan masa kini di Eropa, Asia, Timur Tengah, Afrika, serta Amerika Utara dan Selatan itu ditulis oleh berbagai kontributor. Sedangkan untuk Indonesia diwakili tulisan Amanda Katili, Ketua Omar Niode Foundation.

“Tidak hanya berisi kulinernya, tapi juga tentang kebiasaan makan malam, resep, persiapan dan cara memasaknya,” kata Amanda saat peluncuran buku At The Table di Jakarta, Senin (18/4), seperti diberitakan Antara.

“Dari belanja bahan mentah, proses bersih-bersih, peran partisipasi berbasis gender, percakapan atau interaksi sosial lain di tempat makan, hingga etiket yang berlaku.”

Ambassador dari World Food Travel Association di Indonesia ini mengungkapkan, At The Table memberi wawasan menarik tentang bagaimana makan malam didefinisikan di berbagai negara.

Definisi makan malam dalam buku ini adalah makan besar atau waktu makan yang paling penting dalam keluarga. Menunya mulai yang sederhana dari beras dan kacang-kacangan, seiris pizza, hingga makan malam resmi dengan beberapa tahap, dimulai dari hidangan pembuka sampai dengan hidangan penutup.

“Di saat sebuah keluarga menikmati makanan utama, di situlah para anggota keluarga belajar tentang tata-cara berbagai hal, mendiskusikan aspirasi dan kekuatiran, serta belajar berkomunikasi,” ujar Amanda.

Tanpa adanya waktu makan bersama, kata dia, bukan tidak mungkin perilaku dan nilai-nilai positif dalam kehidupan berkeluarga gagal terbentuk. (sil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *